http://www.elektronik-kits.com/

Your Shopping Cart




Your Cart is currently empty.

   

You are here: Home Article
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Article
Jam Digital dengan AT89S51
Written by Administrator   
Thursday, 19 August 2010 01:47

Jam sangat penting manfaatnya bagi kita. Karena dengan jam kita dapat mengetahui waktu. Salah satunya adalah jam digital. Berikut contoh penerapan jam digital pada mikrokontroler AT89S51.


Gambar diatas merupakan contoh konfigurasi kaki-kaki pada rangkaian jam digital. Perbedaan mungkin terjadi, karena kita bisa mengatur sesuai dengan konfigurasi yang kita mau untuk kita rancang.

Pada gambar diatas terdapat komponen-komponen:

a) Mikrokontroler

Mikrokontroler digunakan sebagai pemroses perintah-perintah yang diberikan. Mikrokontroler yang sering digunakan adalah AT89s51, AT89s52, AT89s53 dan masih banyak lagi. IC tersebut termasuk kedalam keluarga mcs51. Selain tipe-tipe tersebut ada AVR yang mulai sering digunakan.

Rangkaian minimum modul mikrokontroler adalah:

· Rangkaian osilasi terletak di kaki 18 dan 19.

· Power on reset terletak di kaki 9.

· Rangkaian supply 5 volt yang dihasilkan oleh regulator 7805. Untuk vcc di kaki 40 dan 31. Untuk ground di kaki 20.

b) 7-segment

Digunakan sebagai display/penampil angka pada jam digital. Terdapat dua tipe 7-segment. Yaitu: common anoda dan common katoda. Common anoda maksudnya adalah kaki-kaki anoda pada led didalam 7-segment disatukan(terletak di tengah-tengah atas/bawah) untuk kemudian disambungkan dengan vcc(pin ditengah diberi vcc. Salah satu kaki saja atas atau bawah). Agar angka tampil dengan konfigurasi ini, maka pin-pin kaki 7-segment yang lain harus diberi ground/low. Untuk common katoda merupakan kebalikan dari common anoda.

c) Transistor

Transistor disini digunakan untuk penguat arus dan sebagai sakelar. Penguat arus maksudnya disini adalah memperkuat arus output dari mikrokontroler yang terlalu lemah, sehingga bisa memberi arus yang cukup untuk 7-segment.

Sebagai sakelar maksudnya adalah untuk digunakan dalam proses scanning.

Proses scanning disini maksudnya adalah menampilkan angka yang tertampil pada 7-segment secara bergantian antara 7-segment yang satu dengan yang lain dari 7-segment kesatu lalu kedua kemudian ketiga akhirnya keempat. Ini dilakukan karena tidak mungkin mikrokontroler mensuplai arus pada keempat 7-segment secara bersamaan karena arus yang dikeluarkan sangat terbatas. Pergantian ini umumnya dilakukan dengan sangat cepat, sehingga mata tidak dapat mengikuti. Sehingga yang terlihat oleh mata adalah angka pada keempat 7-segment tertampil semua.

Transistor yang dipergunakan untuk 7-segment common anoda adalah transistor pnp(bc557). Sedangkan transistor yang digunakan untuk 7-segment common katoda adalah transistor npn(bc548). Selain itu untuk transistor yang digunakan untuk 7-segment yang besar berbeda dengan yang digunakan untuk 0.5 inch misalnya.

d) Resistor

Resistor digunakan sebagai pembatas arus agar arus menuju ke 7-segment dan mikrokontroler tidak berlebihan. Nilai resistor yang digunakan tergantung oleh komponen yang dipakai. Contohnya nilai resistor yang digunakan untuk 7-segment 0.5 inch berbeda dengan yang digunakan untuk 7-segment yang lebih besar.

e) Switch

Switch dapat ditambahkan pada mikrokontroler bila ingin menambah atau mengurangi tampilan jam ataupun menit.

Contoh pemograman 7-segment:

Disini kita memakai 7-segment common anoda, dengan menggunakan port 1 mikrokontroler. Pada program (bahasa assembly) ini akan menampilkan angka dari 0 sampai 9 dengan waktu tunda 1 detik.

Org 0h ; alamat awal 0h (origin 0h)

Utama: mov R1,#0 ; isi R1 dengan nol

mov a,R1 ; menunjuk data lookup tabel pertama

mov dptr,#Angka ; isi dptr dengan alamat lookup tabel

Ulang: movc a,@a+dptr ; copy data ke akumulator

mov p1,a ; tampilkan ke p1

Call Tunda ; tunda 1 detik

Inc a ; naikkan Akumulator

Cjne a,#0ah,Ulang ; jika A ≠ 10, ulang

Jmp Utama ; jika A = 10, ulang dari awal lagi

Tunda: mov R0,#250

Tunda1: mov R1,#250

Tunda2: mov R2,#6

Tunda3: DJNZ R2,Tunda3

DJNZ R1,Tunda2

DJNZ R0,Tunda1

RET

Angka: DB ..., ..., ..., ... Data lookup tabel diisi disini

END

Last Updated on Thursday, 19 August 2010 02:10
 
Rangkaian Alarm
Written by Administrator   
Monday, 16 August 2010 09:31
Rangkaian alarm yang akan dibuat adalah rangkaian alarm sirene. Rangkaian alarm ini akan berbunyi seperti suara sirene polisi.

Blok rangkaian pertama di sebelah kiri merupakan rangkaian yang membentuk gelombang gigi gergaji (sawtooth). Oleh karena itu keluaran dari blok rangkaian ini adalah gelombang gigi gergaji. Sedangkan blok rangkaian di sebelah kanan merupakan rangkaian multivibrator. Rangkaian ini membentuk gelombang segi empat.

Cara kerja rangkaian ini adalah: Bila tegangan mengisi C1 hingga muatan C1 penuh, maka T2 yang tadinya aktif akan off. Lalu akan mengisi C2 (T1 akan on) sampai muatan C2 akan penuh sehingga T1 off dan bila T1 off maka akan mengisi kembali C1. Kemudian berulang-ulang seperti itu, yang akan menghasilkan gelombang segi empat.

Gelombang segi empat akibat dipengaruhi oleh gelombang gigi gergaji dari rangkaian pertama, frekuensi gelombang segi empat akan berubah menjadi frekuensi tinggi kemudian rendah dan begitu seterusnya. Akibat perubahan frekuensi ini maka bunyi yang dikeluarkan speaker akan seperti bunyi sirene. Berikut dibawah ini rangkaian alarm tersebut:



Last Updated on Friday, 20 August 2010 03:21
 
PDU (Protocol Description Unit)
Written by Administrator   
Monday, 16 August 2010 09:24

Format SMS yang digunakan oleh ponsel/modem GSM adalah format PDU (Protocol Description Unit). Proses yang terjadi adalah format ASCII text yang kita ketikkan akan di-convert ke dalam format PDU, pada saat SMS diterima nomor tujuan, ponsel GSM akan mengubah kembali SMS format PDU tersebut menjadi format ASCII text kembali agar dapat terbaca dengan mudah oleh pengguna.

Format PDU dituliskan dengan heksadesimal, terbagi atas 8 header, yaitu:

1. Nomor SMS Center.

Terdiri lagi dari 3 subheader yang memiliki aturan sendiri yaitu:

· Panjang atau jumlah pasangan digit dari nomor SMSC (service number) yang digunakan ditulis dalam bentuk heksa.

· Kode nasional/internasional. 81 untuk kode nasional, sedangkan 91 untuk kode internasional. Pada skripsi ini saya menggunakan kode internasional.

· Nomor SMS Center yang digunakan. Karena jumlah digit nomor SMS adalah ganjil, maka digit paling belakang dipasangkan dengan huruf F. Kalau diterjemahkan, nomor SMSC yang digunakan adalah +62855000000 (IM3). Jadi ditulis dalam bentuk PDU menjadi 2658050000F0.

Contoh: SMS Center dalam format PDU: 07912658050000F0 (IM-3), 07912618485400F9 (Excelcom), 059126181652 (Satelindo), 07912618010000F0 (Telkomsel).

Last Updated on Friday, 20 August 2010 03:22
Read more...
 
AT Command
Written by Administrator   
Monday, 16 August 2010 09:17

Bahasa yang dikenali oleh ponsel gsm disebut dengan AT command. AT merupakan singkatan dari Attention. AT command dapat digunakan antara lain untuk menginstruksikan perintah-perintah sebagai berikut:

1. Mengirim dan menerima pesan SMS.

2. Mendapatkan informasi mengenai devais, misalnya nama manufaktur, nomor IMEI, dan lain-lain.

3. Mendapatkan status devais, misalnya status aktivitas, status registrasi network, status baterai, ataupun kekuatan sinyal.

4. Penulisan dan pencarian phonebook.

5. Dari sisi keamanan anda dapat mengaktifkan fasilitas lock dan mengubah password.

6. Menyimpan dan mengembalikan konfigurasi.

7. Dan masih banyak lagi perintah-perintah yang dapat diinstruksikan oleh AT command.

Last Updated on Monday, 16 August 2010 10:41
Read more...
 
Mikrokontroler AT89S51-2
Written by Administrator   
Monday, 16 August 2010 08:52

Pengendali mikro AT89S52 keluaran Atmel merupakan keluarga MCS-51. IC ini adalah mikrokontroler 8 bit berbasis CMOS yang mempunyai 8 Kbyte flash memory, 256 byte RAM, 32 jalur I/O, 16 bit timer/counter, serial port, 8 buah sumber interupsi dan masih banyak lagi fitur-fitur yang disediakan. IC ini dapat diprogram hingga 10000 kali.

Susunan pin-pin dari AT89S52 diperlihatkan pada gambar 2.4 sedangkan penjelasan masing-masing pin adalah sebagai berikut:

1. Pin 1 sampai 8 (port 1) merupakan port paralel 8 bit dua arah (bidirectional) yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan.

2. Pin 9 merupakan pin reset. Reset aktif jika mendapat catuan tinggi (aktif high).

3. Pin 10 sampai 17 (port 3) merupakan port paralel 8 bit dua arah ang memiliki fungsi pengganti sebagai berikut :

Last Updated on Monday, 16 August 2010 10:35
Read more...
 
More Articles...
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Who's Online

We have 13 guests online